Ini dia olahan singkong yang sering dikonsumsi oleh warga Gunung Kidul, Yogyakarta, sebagai makanan pokok. Tiwul ini sendiri berasal dari tepung gaplek atau singkong yang dikeringkan lalu ditumbuk. Memiliki cita rasa manis dengan warna khas kecokelatan, tiwul ini kini dikembangkan menjadi bentuk instan yang lebih praktis. Kulit dan daun singkong yang diperoleh dari petani atau pabrik tapioka/mocaf dibersihkan kemudian di cacah/dihaluskan lalu dikukus. Setelah dikukus dilakukan proses fermentasi dilanjutkann pembuatan pakan unggas dengan formulasi camputran 80 % kulit dan daun singkong ditambah feed basah (tepung ikan, tepung jagung, dedak dan vitamin) 20 %. Pengupasan singkong ini dikerjakan oleh ibu-ibu tetangga Sumiyati. Imbalannya yaitu kulit singkong untuk mereka, yang kemudian untuk pakan ternak. Singkong yang sudah dikupas bersih, dicuci lalu diparut pakai mesin parut. Hasil parutan singkong itu dimasukkan ke dalam karung untuk dipres, sekitar 30 menit. Sampah kulit singkong dapat dengan mudah diperoleh dari industri-industri rumahan yang memiliki bisnis singkong goreng atau kripik goreng, pabrik tepung tapioka, dan agen singkong yang ada di karena pada umumnya umbi singkong yang dimanfaatkan hanya dagingnya saja. Kulit singkong menjadi limbah pangan yang tidak dapat dikonsumsi manus ia. Pada hal kulit singkong memiliki kandungan sebagai tepung tapioka yang masih bisa dimanfaatkan. Maka dari itu penulis memanfaatkan kulit singkong dalam pembuatan kue talam. Makanan dari olahan dari ketan dan gula merah ini punya rasa yang enak dan manis legit, tapi Anda dijamin tak akan merasa bosan untuk memuaskan rasa lapar. 7. Grubi Khas Magelang. Jika sebelumnya, Anda sudah mengenal beberapa oleh-oleh yang terbuat dari bahan dasar singkong. Maka kali ini perkenalkan, camilan grubi yang berasal dari olahan ubi .

olahan makanan dari kulit singkong