Aturantable manner ini memang berasal dari budaya barat seperti Amerika dan Prancis. Sebagai orang Indonesia tentu cara makan kita berbeda, namun dengan adanya aturan tersebut pastinya kita jadi bisa mengenal dan belajar tata cara makan yang baik dan benar seperti apa. Macam-Macam Peralatan Table Manner DalamEtika Makan Barat terdapat beberapa makanan yang dihidangkan, yaitu sebagai berikut: Hidangan Makanan khas Barat. 1. Bread (Roti), contohnya Soft Roll with Butter. 2. Appetizer (Hidangan Pembuka), contohnya Bruscheta Romana. 3. Soup (sup), contohnya Tomato Cream Soup. 4. 1 Opini Orang Asia cenderung berbelit-belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksudnya tidak serumit yang dimaksud. Beda dengan orang Barat, langsung ke pokok masalah dan mereka nggak biasa basa-basi. 2. Waktu. Orang Asia terkenal kurang menghargai waktu, kalau ada janji, kadang tidak tepat waktu, banyak alasan. Orang Barat paling nggak s PriaJepang ungkap cara enak makan natto tanpa mual. TANTRUM - Makanan Jepang bernama natto belakangan tengah ramai diperbincangkan publik karena viral di media sosial. Makanan berbahan kacang kedelai yang difermentasi ini memiliki aroma cukup menyengat sehingga banyak orang tak menyukainya. Melihat viralnya makanan tersebut, seorang pria asal sampai6 orang yang duduk melingkar dan dibagi dalam beberapa kelompok (Moussay,1995;488). Makan bajambayang dikatakan beradat menurut nagari Kamang Hilia ialah makan yang hanya dilaksanakan pada saat upacara perkawinan. Tata makan bajamba banyak aturan-aturanyang diatur dalam tata cara yang unik , seperti jenis makanan, 8Cara Kreatif Orang Tua Supaya Anak Mau Makan Makanan Sehat. Sayur dan buah-buahan atau makanan sehat lainnya terkadang memiliki rasa yang pahit, terlalu asam, ataupun langu . Tiga tahun tinggal di Eropa dengan keluarga angkat, saya jadi paham bagaimana elegan dan intimnya cara makan mereka. Bagi para keluarga ini, meja makan tidak hanya tempat untuk menyantap makanan, tapi juga ajang bertukar informasi para anggota keluarga dan pembelajaran bagi anak-anak mereka. Selain table manner, orang Eropa juga sangat perhatian terhadap nilai gizi yang terkandung di suatu makanan hingga hanya makan makanan berkualitas tinggi. Berbeda dengan orang Indonesia yang menjadikan meja makan hanya sebagai tempat menaruh makanan, membuka tudung saji saat akan disantap, lalu pergi ke ruang nonton sambil makan. Selama tinggal dengan banyak macam keluarga angkat, tidak hanya nilai gizi yang saya pelajari dari mereka, tapi juga kebiasaan makan orang Eropa yang sebenarnya sangat sederhana dan tidak berlebihan. Dari kebiasaan makan mereka ini juga, saya bisa menyimpulkan mengapa orang-orang di benua ini awet tua alias tetap sehat menginjak usia di atas 70-an. Kuncinya, pola makan yang Mulailah dengan yang manis Jangan bayangkan bubur ayam, nasi goreng, nasi uduk plus oseng tempe, ataupun mie kuah, ada di meja makan orang Eropa saat sarapan. Karena nyatanya, mereka tidak ada waktu membuat semua makanan itu di pagi hari. Sarapan di Eropa termasuk mudah dan paling lama hanya 15 menit. Selain roti, sereal, ataupun yoghurt, banyak juga keluarga angkat saya yang menambahkan telur, sosis, atau salami di menu sarapan mereka. Di negara Nordik, para anak dan orang dewasa juga suka sekali menyantap oatmeal atau mereka menyebutnya bubur saat sarapan. Lucunya, sarapan di Eropa selalu dimulai dengan sesuatu yang manis-manis, seperti susu, kopi, teh, jus, cokelat, buah-buahan segar, ataupun selai buah. Sewaktu jalan-jalan ke Italia, saya dan seorang teman mampir ke kedai kopi yang sudah buka jam 6 pagi. Betul saja, dibandingkan menemukan sandwich yang mengenyangkan, kami hanya melihat orang kanan kiri menyantap brioche atau roti manis ditemani secangkir espresso. 2. You can only be king once Ada sebuah pepatah diet mengatakan, "breakfast like a king, lunch like a prince, and dine like a pauper." Di Eropa, prinsip ini justru malah kebalikannya. Orang Eropa cenderung makan sangat sedikit di pagi hari dan menyantap makanan berat saat malam. Tidak seperti di Indonesia yang selalu menyajikan nasi panas dari pagi ke malam hari plus lauk berminyak nan mengenyangkan, orang Eropa 'hanya boleh' menyantap masakan hangat sekali dalam sehari. Bisa saat makan siang ataupun makan malam. Kalau sarapan selalu dimulai dengan yang manis, siang hari menu diganti dengan makanan yang asin seperti sandwich ataupun salad. Malam hari, salah satu anggota keluarga biasanya masak dan menyiapkan sesuatu yang lebih berat seperti steak, nasi, pasta, burger, ataupun pizza. Bagi orang Eropa, dinner menjadi sangat penting bagi tubuh mereka setelah lelah beraktifitas di luar. Makanya demi memanjakan si tubuh, makan malam biasanya dibuat lebih komplit dan berat ketimbang dua waktu lainnya. Hebatnya lagi, orang Eropa sudah terbiasa menyantap makanan fresh from the oven setiap hari meskipun harus repot memasak dulu. Ide tentang menyimpan makanan lalu besoknya dimakan kembali biasanya hanya bertahan selama satu hari, lalu sisanya dibuang. 3. Snacking is not so chic Sejujurnya, saya jarang sekali menemukan orang yang suka ngemil di Eropa. Apalagi ngemil kue-kue manis ataupun chiki sambil nonton tv. But, of course, they do eat chips! Konsep ngemil ini pun biasanya hanya dijadikan disiplin saat hari kerja. Di akhir pekan, orang Eropa biasanya lebih relaxed memanjakan lidah dengan sesuatu yang manis seperti cokelat ataupun permen. Ngemil pun sebenarnya dipandang tidak elegan oleh orang Prancis. Selain mengandung lemak dan kolesterol tinggi, tentu saja mereka sangat membatasi asupan snack yang dimakan untuk menjaga tubuh agar selalu tetap ramping dan sehat. Orang tua Eropa juga sangat membatasi anaknya untuk tidak sembarangan makan snack di luar jam makan besar. Kuantitas ngemil harus dihitung agar anak tidak ketagihan. Kebiasaan mendisiplinkan anak seperti ini awalnya saya rasa terlalu "jahat" sampai harus membatasi apa yang anak ingin makan. Tapi lama-kelamaan, saya mengerti, kalau anak terus-terusan diberi makanan manis tanpa dikontrol, mereka akan sangat mudah obesitas dan manja ingin minta lagi dan lagi. Dibandingkan ngemil keripik kentang, orang Eropa lebih suka mengunyah biskuit buah-buahan, muesli bar, ataupun kue beras. Kalau pun belum kenyang, mereka juga biasanya menyajikan dessert yang wajib ada setelah makan malam. Jenis dessert pun kebanyakan sehat, seperti yoghurt plus berries, sepotong kecil fruit cake, atau berbagai jenis keju berkualitas tinggi. Lalu bayangkan di Indonesia, betapa gurih dan nikmatnya ngemil bakso saat hujan, pempek dengan cuko pedas-pedas, ataupun martabak manis penggugah selera. Uuups, belum kenyang, lanjut Nasi Padang! 4. Makanlah pada tempatnya Saya akui, kedisplinan orang Eropa di meja makan harus diacungi jempol. Lapar tidak lapar, kalau waktunya memang sedang makan bersama, semua anggota keluarga wajib berkumpul di meja. Tradisi seperti ini hebatnya bisa saya rasakan setiap hari sewaktu tinggal di Belgia. Di Indonesia, momen makan bersama keluarga sangat sulit saya dapatkan kecuali di bulan Ramadhan. Saat buka puasa pun, kadang beberapa anggota keluarga ada yang sengaja memisahkan diri agar bisa nonton tv. Padahal makan bersama seperti ini adalah waktu yang paling tepat bertukar cerita dengan anggota keluarga hingga menguatkan rasa kebersamaan. Satu lagi yang menarik soal betapa hebatnya fungsi meja makan. Para anak-anak balita di Eropa dibiasakan sudah mandiri di meja makan mereka sendiri tanpa harus dipangku orang tua. Saat usia mulai satu bulan, para host kids saya sudah 'ikut makan' bersama keluarga di meja. Menginjak satu tahun, kursi khusus pun dipersiapkan di samping kursi orang tuanya. Lalu di usia 2 tahun, saya sudah bebas tugas membantu menyuapi anak-anak ini, karena nyatanya mereka sudah bisa makan sendiri. 5. No phone allowed Jujur saja, saya sangat benci melihat ada ponsel di meja makan. Meskipun sedang makan sendiri di restoran, saya berusaha terlihat cuek dengan keberadaan ponsel tanpa takut mati gaya. Orang Eropa sangat menikmati waktu kebersamaan di meja makan hingga bisa saja mengobrol begitu lamanya. Keberadaan ponsel memang tidak jauh dari mereka tapi selalu absen saat makan malam. Sangat tidak sopan sibuk dengan ponsel masing-masing ketika semua anggota keluarga sedang menyantap hidangan. Kembali ke Indonesia, entah kenapa, saya selalu melihat meja makan orang di restoran dipenuhi dengan ponsel. Belum lagi ide mencuri WiFi gratisan yang alih-alihnya dipakai untuk upload foto sebelum atau setelah makan. Puncak asiknya adalah saat selesai makan, lalu semua orang seperti terburu-buru mengeluarkan ponsel dan sibuk melihat apa yang terjadi di sosial media. Satu kali, host mom saya di Denmark, pernah mengangkat telpon dari seseorang di jam makan malam. Mungkin karena keasikkan, si ibu sampai tidak terlalu memperhatikan anak kembarnya yang memang sedang sakit lalu muntah-muntah. Bukannya langsung sigap dengan si kembar, si ibu masih asik saja mengobrol dengan orang di seberang telpon. Host dad saya akhirnya langsung sigap mengangkat si kembar dari kursi dan marah-marah ke si istri karena bisa-bisanya masih sibuk dengan hal lain. Sehabis dari kejadian itu, saya tidak pernah lagi melihat si ibu memegang ponsel ketika jam makan malam. 6. Rumput tetangga memang lebih hijau Pertama kali ke Denmark dan ikut masak dengan host dad, saya sebenarnya heran sekaligus bosan selalu kebagian tugas memotong sayuran segar untuk dibuat salad. Tidak hanya sekali dua kali, tapi setiap hari! Sampai-sampai saya pernah menyindir mereka, "you always eat salad." Si bapak yang memang lebih cerewet, bertanya kepada saya jenis sayuran apa saja yang biasa orang makan di Indonesia. "We never eat raw veggies, only the overcooked ones," kata saya. Semakin lama tinggal dengan mereka dan ikut komunitas vegan, akhirnya saya paham bahwa orang Eropa memang tidak pernah lepas dari sayuran segar sebagai pelengkap makan. Dibandingkan dengan sayuran layu yang ada pada menu makanan orang Indonesia, orang Eropa lebih banyak mendapatkan vitamin dari sayuran mentah sebagai salad. Ibarat sambal bagi orang Indonesia, kehadiran sayuran di tiap menu makanan menjadi hal wajib bagi orang Eropa. Di Belgia, host kids saya termasuk yang sangat pilih-pilih makanan dan sayuran. Jenis sayuran pun hanya terbatas ke kembang kol, wortel, ataupun brokoli yang di-steam. Sementara di Denmark, host mom saya sudah membiasakan anak-anaknya diberi wortel, kacang polong rebus, ataupun jagung sejak usia 2 tahun. Meskipun tak semua anak mau makan sayuran, tapi semua orang tua mereka percaya bahwa menghadirkan sayuran di piring sejak dini bisa perlahan menumbuhkan awareness mereka saat beranjak besar. 7. Always obey the rules! Selain kebiasaan makan di atas, saya juga sangat menyukai pelajaran table manner sederhana yang saya lihat dari keluarga Eropa. Contohnya dengan mengajarkan anak memegang pisau di sebelah kiri dan garpu di sebelah kanan. Saya kesulitan makan dengan tangan kiri, akhirnya jadi terbiasa memegang garpu di sebelah kanan. Para anggota keluarga pun dilarang meninggalkan meja makan duluan jika anggota keluarga lainnya masih ada yang makan, kecuali sedang ada hal penting yang harus segera dilakukan. Anak-anak yang rewel dan tidak ingin makan di meja, selalu didisiplinkan terlebih dahulu untuk bersikap well-mannered di meja makan. Saat ada pesta besar pun, makanan yang sudah disajikan di atas meja sepatutnya dihabiskan agar tidak mubazir. Jadi bagi yang masih lapar, sungguh dipersilakan kembali mengisi piring mereka dengan makanan yang masih ada. Tenang saja, tidak akan ada yang menyindir berapa kalori yang sudah dimakan. Jadi, tidak perlu malu jika ingin menambah. Karena begitu tegasnya pelajaran tentang kedisplinan dan kebersamaan ini lah, makanya kebiasaan makan ini tetap kuat di segala generasi. Seorang teman saya, Michi, wajib sekali makan tiga kali—tapi tidak lebih—sehari karena memang seperti itulah normalnya bagi dia. Bunny, cowok Denmark yang saya kenal, meskipun bangun tidur jam 5 sore, dia tetap memulai hari dengan makan oatmeal layaknya di pagi hari. Jadi, kalau kita mengatakan bahwa orang Eropa cenderung individualis dan tidak terlalu family minded, sebenarnya salah juga. Orang Eropa justru sangat relaxed hingga betah berlama-lama mengobrol sekalian menikmati momen kebersamaan. Tidak hanya diajarkan untuk menikmati makanan, ada juga ungkapan-ungkapan dalam bahasa lain, contohnya Denmark, seperti "Tak for mad terima kasih atas makanan yang sudah dibuat" yang diucapkan setelah makan untuk menghargai jasa si pembuat makanan. Etika makan atau Table Manners adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan. Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar. Jika mampu menunjukkan sopan santun di meja makan, sebenarnya secara tidak langsung menunjukkan kualitas pergaulan, intelektualitas dan etika pergaulan seseorang. Etika makan tidak dibentuk secara tiba-tiba. Kualitas etika makan harus dilakukan sejak usia anak dan remaja. Dengan kebiasaan sehari-hari dengan melakukan etika makan yang baik maka merupakan proses pembelajaran yang sangat baik. Bila etika makan dibentuk secara instan maka akan menghasilkan kualitas etika makan yang canggung dan tidak luwes. Bila seseorang diundang di sebuah restoran terkenal atau jamuan makan malam resmi dengan meja makan yang sudah di setting sedemikian rupa harus mengikuti aturan etika makan yang baik. Beberapa etika umum yang harus dilakukan adalah 1. Bila pelayan tidak memberikan anda duduk, Duduk dan tariklah bangku dengan dua tangan. 2. Bukalah serbet atau napkin dengan wajar taruh di pangkuan anda 3. Jika sudah siap memesan menu, lihat daftar menu dengan wajar, jangan terlalu lama. Segera menunjuk menu yang anda pilih. Setelah itu biasanya pelayan mempersilakan anda mencicipi menu pembuka atau Appetizer. Jamuan formal terdiri dari beberapa menu Hidangan Pembuka Appetizer Sebelum hidangan pembuka disajikan biasanya diatas meja disediakan roti sebagai panganan, anda bisa makan roti ini dengan tangan. Hidangan pembuka biasanya juga terdiri dari dua macam, Hot Appetizer dan Cold Appetizer. Hot Appetizer biasanya Sup. Aduklah sup itu perlahan, jangan dipangku ditangan anda, biarkan tetap diatas meja. Jangan sekali-kali meniup sup. Gunakan sendok sup yang sudah disediakan, biasanya lebih kecil. Kalau Cold Appetizer bisa berupa salad, ambil garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan, sekali lagi pilihlah alat makan yang disediakan, biasanya lebih kecil dari alat makan hidangan utama. Janagn ragu-ragu mengelap mulut anda bila ada sisa makanan disana. Jangan mengelap dengan satu tangan. Hidangan Utama Main Course Bila hidangan utama sudah tiba, jangan salah kalau anda sedang diundang jamuan makan ala internasional, umumnya ada dua cara menyantap hidangan utama. Hidangan utama sering berupa daging, steik atau sea food. Bila menggunakan ala Amerika biasanya daging dipotong lebih dahulu baru disantap menggunakan sendok dengan tangan kanan. Cara Eropa lain lagi, biasanya langsung dipotong dengan pisau di tangan kanan lalau memakan dengan garpu di tangan kiri. Hidangan Penutup Dessert Puas menyantap hidangan utama, saatnya anda menikmati hidangan penutup. Hidangan penutup umumnya berupa makanan atau minuman dingin, seperti cocktail, ice cream atau jus. Jangan makan hidangan penutup langsung setelah anda menghabiskan makanan utama. Berilah waktu untuk perut anda. Setelah dirasa cukup dan hidangan penutup sudah siap, amkaan anda bisa menyantapnya. Bila hidangan pentup anda berupa minuman yang ada hiasan diatasnya. Makanlah hiasannya atau sisihakan terlebih dahulu. Baru minum isinya. Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, yaitu Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan Berbicara dengan volume suara yang rendah Tutupi mulut saat batuk atau bersin Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk Jangan bersendekap di meja makan Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan Jangan berbicara melalui telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali. Jangan menimbulkan suara saat memakan sup Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan. Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal. Jangan lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan tolong’ dan terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan Tata Letak dan Etiket umum A. Serbet B. Piring utama C. Mangkok sop dan tatakannya D. Piring roti dan mentega dengan pisau roti E. Gelas air F. Anggur putih G. Anggur merah H. Garpu ikan I. Garpu utama J. Garpu salad K. Pisau utama L. Pisau ikan M. Sendok sop N. Sendok makanan pencuci mulut dan garpu kue Perhatikan bahwa posisi garpu salad J disarankan untuk diletakkan disebelah kiri garpu utama I. Bagaimanapun juga untuk jamuan resmi garpu utama digunakan sebelum garpu salad, karena itu sebaiknya para tamu menunggu hidangan utamanya sebelum mengambil salad. Apa yang harus dilakukan Kapan memulai makan Tidak sesuia dengan nasehat orang tua, para pakar etiket malah menganjurkan untuk memulai makan tanpa harus selalu menunggu orang lain – mulailah makan saat makanan hangat disajikan. Untuk makanan dingin atau buffets, tunggulah hingga tuan rumah mempersilakan makan, dan tunggu pula hingga tamu utamanya mulai mengambil makanan. Makanan yang dapat dipegang dengan tangan Roti break slices of bread, rolls and muffins in half or into small pieces by hand before buttering. Daging jika potongan dagingnya tebal, makanlah dengan menggunakan pisau dan garpu. Jika garing, pecahkan dengan garpu dan makanlah dengan tangan. Makan dengan tangan Ikuti pedoman tuan rumah. Jika makanan tersebut disajikan dalam piring, ambil dan letakkan pada piring anda sebelum memakannya. Makanan yang biasanya langsung dimakan dengan tangan jagung pada ikan tongkol, tulang iga, lobster, kepiting dan tiram dengan cangkang terbuka, sayapayam dan tulang untuk situasi tidak resmi, sandwiches, beberapa jenis buah tertentu, buah zaitun, seledri, roti dan kue kering. Membuang makanan yang terselip dari mulut 1. Serpihan buah zaitun keluarkan dengan hati-hati ke telapak tangan sebelum membuangnya ke piring. 2. Tulang ayam gunakan garpu untuk membuang ke piring. 3. Duri ikan buanglah dengan jari. 4. Bagian yang lebih besar tulang atau makanan yang tidak ingin anda makan keluarkan dengan hati-hati dan tersembunyi ke dalam serbet makan hingga tidak diketahui orang lain. Tata cara untuk minum MUG gelas agak besar tanpa kaki yang digunakan untuk minum kopi, teh atau minuman panas lainnya, biasanya digunakan pada acara tak resmi. Tatakan biasanya disertakan untuk meletakkan sendok kecil, bahkan kadang tidak disediakan sama sekali. Bila disertai tatakan/lepek, biasanya sendok diletakkan dengan posisi menghadap ke bawah atau di sisi piring mentega atau piring makan. Jangan lupa mengeluarkan sendok dari mug pada waktu akan minum. Letakkan teh celup yang sudah dicelupkan ke dalam cangkir yang berisi air panas pada piring alas/tatakan cangkir. Sebelum mereguk es teh manis, es kopi susu, atau jus, jangan lupa singkirkan sendok pengaduk yang berbentuk panjang. Letakkan di tatakan setelah selesai mengaduk minuman. Bila tak tersedia, jangan lupa memintanya. Bila kopi atau teh tumpah, tanyakan apakah bisa mengganti tatakan. Bila tidak memungkinkan, gunakan serbet atau tisu untuk membersihkannya. Hal ini untuk menghidari tumpahan yang lebih banyak atau mengenai baju Anda. Jika disuguhi minuman dengan gelas yang biasa digunakan untuk anggur merah, pegang kaki gelas. Untuk anggur putih, pegang badan gelas untuk menjaga kedinginan minuman tersebut. Bila di gelas minuman terdapat hiasan buah seperti stroberi, ceri, dan lainnya tapi Anda tidak ingin memakannya, boleh disingkirkan. Sebaiknya jangan meniup minuman yang panas untuk mendinginkannya. Agar cepat dingin, Anda bisa mengaduk minuman secara perlahan atau tunggu sampai panasnya berkurang. Tugas anda 1. Buat skema tata letak peralatan makan ala barat seperti yang diminta di atas, jika anda diharuskan mempersiapkan table nya 2. menurur anda, mengapa penting kita mengetahui, dan mampu melakukan tata cara makan sesuai etiket di atas? Jika ada pertanyaan bisa diajukan via email atau langsusngvia blog ini Tugas dikumpulkan pada hari Senin 3 Juni 2013, paling lambat pukul Selamat mengerjakan Pernah nggak sih kamu penasaran, mengapa orang Jepang, Cina, dan Korea Selatan punya kebiasaan makan pakai sumpit? Kalau diperhatikan, orang India juga lebih suka pakai tangan ketimbang sendok atau garpu saat makan. Sementara itu, orang Barat seperti Eropa dan Amerika Serikat lebih familier dengan sendok, garpu, dan dan perbedaan alat makan tersebut tak bisa dilepaskan dari sejarah peradaban manusia. Penemuan-penemuan alat yang zaman dulu mungkin tampak sepele, nyatanya sangat berpengaruh besar untuk manusia di masa depan. Jadi, makan bukan sekadar tentang kuliner dan cita rasa, melainkan juga soal peralatan yang dipakai untuk menyuapkan makanan ke mulut kita. Ada pengaruh sosial, ekonomi, lingkungan, dan kamu, kalau kebiasaan orang di negara tertentu memakai alat makan bukan terbentuk begitu saja. Seolah kebiasaan-kebiasan itu lahir sejak awal lahirnya manusia. Di balik kebiasaan makan tersimpan cerita dan sejarah panjang. Alat makan menjadi salah satu medium manusia untuk terhubung dengan sesamanya. Kenapa bisa begitu, ya? Inilah jawabannya!Macam-macam peralatan makanan di dunia. Kamu lebih sering pakai yang mana?Bagi orang Indonesia, sendok dan garpu adalah alat makan yang paling umum. Meskipun sebagian orang sudah mulai familier dengan sumpit, tapi penggunaannya masih sangat terbatas, hanya dipakai untuk makan mi ayam atau mi pangsit. Sedangkan orang Asia Timur, Malaysia, Vietnam, atau Kamboja lebih sering memakai sumpit. Bahkan sumpit orang Cina memiliki ciri unik yang membedakannya dengan sumpit Korea Selatan atau Jepang. Ketiganya mempunyai sumpit dengan kekhasan pisau juga kerap jadi teman’ garpu dan sendok di meja makan. Pisau dipakai untuk memotong daging dalam menu hidangan tertentu. Umumnya, pisau dipakai oleh orang Eropa atau Amerika Serikat. Namun, mereka tak jarang memakai tangan secara langsung saat makan masakan cepat saji seperti hotdog atau cara orang di dunia menggunakan alat makan. Kira-kira di mana letak perbedaannya?Alat makan sumpit familier di kalangan orang Asia Timur Photo by brunoming on PixabayOrang Thailand dan Filipina punya kebiasaan makan yang tak jauh beda. Mereka menggunakan sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Garpu berfungsi untuk memindahkan makanan ke sendok. Sedangkan sumpit hanya dipakai sesekali, misalnya saat makan masakan mi. Tapi orang Filipina sedikit unik. Kamu sedang membaca konten eksklusif Dapatkan free access untuk pengguna baru! Tim Dalam Artikel Ini Uploaded byIMnasrulazwan Ealtien 0% found this document useful 0 votes3K views5 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes3K views5 pagesCara Makan Orang MelayuUploaded byIMnasrulazwan Ealtien Full descriptionJump to Page You are on page 1of 5Search inside document You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Amerika kerap dijadikan panutan dalam berbagai tren. Bukan cuma fashion, tetapi juga dalam hal kuliner. Apa yang sedang naik daun di Amerika seringkali hits juga di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. Tahukah kamu kalau orang Amerika tak melulu makan nasi seperti halnya orang Indonesia?Penasaran apa saja menu makanan mereka sehari-harinya? Berikut IDN Times rangkum beberapa menu makanan sehari-hari yang umum dikonsumsi orang Amerika!1. Burger menjadi salah satu menu yang sering dikonsumsi di Masih sama berbahan roti, hotdog di Amerika punya banyak variannya, Khas Meksiko, tapi burrito cukup umum dikonsumsi warga Banyak banget warga Paman Sam yang doyan makan taco. Kamu juga? Sudah banyak di Indonesia, tuna sandwich memang terasa nikmat banget, Kamu pun pasti doyan yang ini, pepperoni pizza yang menggugah Baca Juga 10 Kuliner Pedas Khas Korea Selatan yang Paling Favorit, Sudah Coba? 7. Gak melulu junk food, mereka kerap makan beef steak bersama Biasanya apple pie dikonsumsi sebagai camilan. Rasanya menggoyang Meski asalnya dari Eropa, tapi banyak orang Amerika yang mengidolakan menu Dimsum adalah salah satu makanan Asia yang umum dikonsumsi di daratan Amerika, beberapa menu umum yang sering dikonsumsi orang Amerika Serikat setiap harinya. Kalau kamu sendiri, menu apa yang wajib ada setiap harinya? Tulis di kolom komentar ya! Baca Juga Menurut Bule, Inilah 10 Larangan yang Haram Dilakukan di Indonesia! Setiap negara memiliki bangsa yang kebiasaan dan tradisi tersendiri. Dimana tradisi dan kebiasaan tersebut disebarkan secara turun temurun sehingga makin tersebar di dunia. Bahkan kebiasaan ini bisa menjadi sebuah trik tertentu untuk menjalankan hidup sehari-hari. Salah satunya adalah kebiasaan orang Asia yang beragam dan bermanfaat. Misalnya trik mengeringkan ponsel yang basah diletakkan di wadah berisi beras. Trik ini bisa banget ditiru oleh orang barat yang biasa mengeringkan ponsel basah dengan hair dryer. Selain itu, ada beberapa trik lain yang bisa ditiru, baik oleh orang asia sendiri ataupun orang barat. Triknya unik dan bisa bermanfaat digunakan sehari-hari. Mulai dari cara makan hingga permasalahan simpel lainnya seperti mengukur celana jeans. Baca juga Tulang Lebih Banyak, 10 Fakta Tentang Bayi yang Jarang Diketahui 1. Suka sebal gak kalau makan camilan, tapi jari kotor karena bumbu? Solusinya coba deh pakai sumpit agar gak nempel di jari foto youtube/vyquaint 2. Apel yang sudah terkupas biasanya lama kelamaan berwarna cokelat, untuk menghindarinya peras lemon dan taburi sedikit garam foto 3. Bukan memakai tisu, memakai koran lebih baik untuk membersihkan kaca karena bersifat abrasif dan tidak menggores kaca foto homefresh 4. Gak usah bingung jika celana jeans tidak boleh dicoba, lingkarkan bagian pinggang ke leher seperti ini untuk menentukan ukuran foto cookit 5. Sudah bukan rahasia lagi jika minyak kayu putih bisa digunakan untuk meringankan rasa sakit, bisa menghangatkan juga foto pinterest 6. Kalau kehabisan lem kertas, coba deh ambil nasi untuk merekatkan kertas. Kalau di Indonesia kerap untuk menempelkan amplop kondangan foto wikihow 7. Kulkas bau? Coba letakkan teh yang sudah dikeringkan untuk menyerap bau yang tak sedap di dalam kulkas foto nhpr 8. Ada yang sudah tahu belum? Kalau ternyata kecap bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit saat luka bakar ringan foto youtube/asianbeautysecrets 9. Punggung dan leher yang sakit bisa diredakan dengan beras. Caranya masukkan dalam kaos kaki lalu jahit dan masukkan dalam microwave, jika sudah letakkan di bagian yang sakit foto lilblueboo 10. Namun jika ingin mendinginkan ruangan tapi gak ada AC, cara unik ini bisa jadi pilihan. Yuk cobain yuk foto theacsuit Baca juga Menabung Pangkal Kaya, 10 DIY Celengan untuk Anak-anak Triknya unik banget, bisa ditiru agar hidup jadi lebih mudah. Kira-kira kebiasaan orang Asia apa lagi nih yang bisa ditiru oleh orang barat?

cara makan orang barat